January 22, 2014

Sahabat yang Perhatian dan Choco Bath Time

Selamat pagi dunia maya..
Kemarin seharian (nggak seharian juga sih..) saya meringkuk di dalam kamar karena demam dan terkena alergi obat, perpaduan yang sangat bagus memang -_-a. Sama seperti kota-kota lain di Indonesia, Makassar juga lagi sibuk-sibuknya dengan hujan, dan saya yang emang akhir-akhir ini sangat banyak kegiatan outdoor, jadi salah satu korbannya karena kemana-mana malas bawa payung atau pakai jaket tebal, dan karena emang daya tahan tubuh saya sedang manja, jadi lah saya demam dan pas minum obat, eh, malah alergi, mulut dan hampir semua bagian muka saya bengkak-bengkak, badan juga memerah, ah.. benar-benar cobaan yang lumayan berat di dua hari kemarin.
Belum lagi keadaan hati masih porak poranda (ceilah..) lengkap lah sudah.

Tapi, ketika lagi merasa sendiri saat sakit itu, ternyata masih ada orang-orang yang perhatian sama saya *bahagia*. Ada yang telponin sampai berjam-jam cuman buat saya jadikan tempat curhat dan kasih nasehat ini itu biar saya kembali waras, ada yang datang ke rumah siang-siang buat bawain nasi goreng dan obat (tapi ujung-ujungnya obatnya malah bikin alergi :3 ), ada yang datang ke rumah malam-malam buat bawain susu ultra sekotak besar dan sup hangat, dan ada yang smsin doain semoga lekas sembuh (lengkap dengan emoticon cium peluknya) dan nasehatin biar nggak begadang, hehehe.. Pokoknya bahagia banget deh dapat perhatian dari mereka semua. Thanks to my bebeb-bebeb Acer, Yogha, kak Icha, Bang Deny, Gias (my tweenies) dan Dedy. KECUP HANGAT SATU-SATU. XOXO.

Dan karena seharian di kamar, guling sana guling sini, kerja hal-hal remeh, sore hari saya pun merasa, kok ada yang kurang yah? Biasanya ada makhluk bulet kecil berkaki empat berbulu warna-warni yang sibuk kesana kemari, dan mengeong minta makan, kok hari ini kamar saya sunyi senyap yah??
Ah, dan saya pun baru ingat kalau si Choco lagi saya "kurung" di teras atas karena  takut demam saya tambah parah kalau dekat-dekat dia :'(
Akhirnya sore kemarin saya pun 'menjenguk' si makhluk bulet kecil berkaki empat berbulu warna-warni itu, dan choco seakan ngomong "KANGEEN" dan 'minta makaaan' ke saya, hehehe..
Tapi, karena ditaruh diluar (biasanya si choco di dalam rumah atau nggak di kamar saya XD) si choco jadi buluk dan berantakan, saya pun memutuskan sepertinya ini waktunya memandikan  si makhluk bulet kecil berkaki empat berbulu warna-warni ini (yaelah panjang amat sebutan untuk Choco), dan sekalian menggunting kukunya yang sudah panjang, karena berdasarkan pengalaman yang kemarin-kemarin pas mandiin si Choco, tangan saya yang mulus sukses mendapatkan bekas cakarnya yang imut-imut :3




Awalnya agak nggak tega ng-gunting kukunya, karena jujur, seumur-umur saya belum pernah menggunting kuku hewan apalagi kucing :3, tapi tekad saya sudah bulat (ceilah..) untuk melakukannya, belum lagi si choco akhir-akhir ini sering nakal ng-cakar-cakar kertas gambar saya kalau jatuh ke lantai :3

Percobaan pertama, Si choco berhasil saya pancing duduk di paha saya, dan saya pun sudah siap menggunting kuku kakinya. Kuku kaki kiri depan berhasil terpotong semua, tapi pas pindah ke kaki kanan, si choco pun berontak dan akhirnya saya gagal dan sempat dicakar sedikit *bad choco!*
Berhubung dia sudah nggak terpancing lagi untuk duduk dipangkuan saya, saya pun memancing choco dengan makanan, tapi saya pun berfikir, kayaknya lebih baik dia dimandiin dulu deh biar nggak bau, dan takutnya keburu terlalu sore entar kasian dia kedinginan >.<

Berhasil memancing choco dengan makanan XD
Dia masih belum sadar dengan nasibnya selanjutnya, hohohoho..

Saya pun menyiapkan 'peralatan' buat memandikan si choco, Ember dan timba, samphoo (berhubung saya nggak punya sampho khusus kucing, jadinya cuman pakai samphoo biasa, mereknya disamarkan yah, takutnya dikira promosi, pokoknya yg awalnya D belakangnya E, 4 hurup *yaelah..ketauhuan banget -_-a), dan handuk. 
Kemudian, si choco pun saya panggil buat mandi, iya,  si makhluk bulet kecil berkaki empat berbulu warna-warni ini emang hobi sekali ngikut kemana-mana, jadi waktu saya jalan ke beranda belakang (tempat biasa nyuci) dia pun ngikutin tanpa ragu-ragu, ahahha..

Choco masih nyantai aja, belum sadar kalau nasibnya sebentar lagi akan berubah XD

Akhirnya, dengan sedikit paksaan dan beberapa aksi cakar-cakaran dan kabur-kaburan Choco berhasil saya mandikan :3
(ini dianya masih ngambek karena dipaksa mandi XD)


Karena sudah berpengalaman memandikan kucing (sejak jaman dulu sudah pelihara kucing sampai beranak cicit) satu hal  yang harus diperhatikan saat memandikan kucing adalah, setelah di samphoo atau di sabuni, badan si kucing harus dibilas sampai benar-benar bersih, dan dikeringkan dengan handuk bersih, karena kucing ini punya kebiasaan, walaupun sudah wangi dan bersih, pasti badannya bakalan dia jilat-jilat sendiri -___-a, nah.. nggak mau kan kucing peliharaan kita ngejilat bekas sabun atau shampoo, kan kasiaannn >.<

Setelah memandikan Choco, saya pun bersiap untuk percobaan kedua memotong kuku kakinya XD
Berhubung dia masih kedinginan karena habis mandi, si  makhluk bulet kecil berkaki empat berbulu warna-warni ini pun anteng aja duduk dipangkuan saya pas saya memotong kuku kakinya, hehehe.. jadi saya pun sukses memotong kuku kakinya \(^O^)/
Oh, iya, karena pengalaman memotong kukunya si Choco ini pun saya baru tau kalau jumlah jari di kaki depan dan kaki belakang kucing itu berbeda. Jadi, kaki depannya jumlah jarinya 5, dan kaki belakangnya jumlah jarinya 4, ahahaha.. sumpah saya baru tahu ini, sungguh penemuan yang hebaat (yaelah..padahal biasa aja)
Sip, sekian cerita saya kali ini. Foto-foto buat di Sharenya nggak begitu banyak, secara cuman motret pakai HP  berkamera seadanya dan si Choco emang bukan tipe kucing yang photogenic, kalau mau di photo suka lari kesana-kemari, jadi gambarnya lebih banyak yang blurr -__-



Yang katanya mukanya agak mirip Hermione Granger
~RARA







No comments:

Post a Comment

Jejak para pembaca, boleh komen suka-suka :)