March 7, 2015

Postingan seketika

Dan kemudian, aku menemukan panggilan yang tepat untukmu,
Tuan Malaikat..
kau suka?

Aku memang harus pergi

Memikirkannya..
Aku memang harus pergi
Sejak awal, aku harusnya tak membiarkan perasaan ini tumbuh
Atau harus memulai menatap wajahnya
Kupikir, debaran jantungku akan menghilang seiring berjalannya waktu
Kupikir, seiring berjalannya waktu, aku akan bisa meninggalkannya
Tapi "seiring berjalannya waktu" itu salah
Dan hanyalah sebuah alasan bagiku untuk tetap di sisinya

Hidup dalam alasan itu
Aku merasakan kebahagiaan
Meskipun dengan kebohongan dan kebenaran yang kutolak, aku bisa menerima kebohongan itu
Kupikir, kebohongan ini entah bagaimana akan menjadi kebenaran
Tapi, tak peduli seberapa erat kututup mata dan telingaku
Dan tak peduli betapa aku menolaknya
Kebenaran akan masih tetap berdiri ditempatnya
Sekarang saatnya untuk bangun dari kebohongan itu
Tak peduli seberapa mengerikan dan beratnya kebenaran itu
Sekarang saatnya untuk menghadapi kenyataan

March 4, 2015

Pergi dengan terpaksa

Ketika aku tahu tak seharusnya kau kucinta
Ketika aku tahu seharusnya aku menutup mata
Semuanya sudah terjadi begitu saja
Rasa, sesal dan asa sudah terpaut tak bisa dibendung dengan sengaja
Dan kini aku harus pergi dengan terpaksa
Meninggalkan cerita dan satu setengah tahun kebersamaan kita

Walaupun tak mudah
Walaupun tak pernah tercipta kata "kita"
Aku bahagia kita pernah bersama
Walaupun aku hanya pelarianmu saja

Pesonamu terlalu memikat
Dan dengan sengaja kau juga ikut mendekat
Lalu salahkah aku yang begitu mudah terjerat?
Oleh sinarmu yang membutakan hatiku sesaat
Lalu kita dekat dalam kisah yang sesat
Padahal aku tahu akhirnya hanya aku yang akan merasakan pekat

Dan malam ini
Disaat seharusnya aku tak sendiri
Aku sadar kebodohan ini harus segera diakhiri
Dan satu-satunya cara yang ada hanyalah aku harus pergi
Bahkan mungkin berlari
Dari rasa yang sudah kau beri
Dari hasrat ingin memiliki
Dari nyaman yang tercipta dalam perih
Dari rindu padamu yang telah menyakiti


Makassar,
040315 - 00:51



March 1, 2015

Bertemu teman lama, segelas teh hangat dan mencoba mencari kata ikhlas

Hari ini (sabtu, 28 feb 2015) saya bertemu dengan teman saya semasa sekolah dasar dulu, dalam rangka temu kangen dan menghabiskan waktu kosong kami di weekend ini, kami pergi ke salah satu Mall di kota Makassar dan memutuskan untuk menonton film Kingsman, yang dari minggu lalu sangat ingin saya nonton tapi tidak sempat. Kami, saya, teman saya, dan anak laki-lakinya. Iya, teman saya ini adalah seorang single mother dari anak lelaki berumur 8 tahun.

Yang awalnya mau nonton Kingsman jam 12.00, terpaksa diundur menjadi jam 14.25, karena kita telat datang dan filmnya sudah diputar pas kita tiba di bioskop, walaupun sebenarnya baru 10 menit, tapi saya tipe orang yang tidak suka nonton film telat, walaupun hanya beberapa menit, pokoknya saya harus nonton dari awal, hehehe..

Sambil nunggu filmnya diputar, kami pun makan di salah satu restoran cepat saji di dalam mall, berhubung Farel, anaknya teman saya, sudah mengeluh lapar. Disana, sambil menunggu pesanan, kami pun banyak bercerita tentang jaman SD dulu, nostalgia. Cerita tentang cinta-cintaan jaman dulu, ahahhaa, jaman SD memang tidak bisa lepas dari kisah cinta monyet yah?
Teman saya ini salah satu "bunga desa" nya jaman SD dulu, banyak yang naksir dia dan ada saja hal-hal konyol yang dulu kita lakukan semasa SD biar bisa dekat dengan gebetan, dari mulai ngasih kado lah, sok-sok-an beli coklat waktu valentine lah, tapi walaupun begitu, jaman saya dulu cinta-cintaannya kita cuman sebatas itu, naksir, ngasih kado, saling titip salam, sudah, kalaupun ada beberapa teman saya yang jadian dengan gebetannya (diantaranya teman saya ini) paling mereka pacarannya cuman sebatas status pacaran, itupun status pacarannya tidak diumbar di depan publik, paling ketahuan setelah kita menginterogasi orang-orang yang kita curigai sedang pacaran (ahahaha..) tidak ada yg namanya gandengan tangan (di depan umum mungkin) apalagi sampai ciuman seperti anak-anak SD jaman sekarang *calm face*
Apa saya pernah pacaran semasa masih di SD?
Ohohoho.. tentu saja tidak! *nyengir kuda*
Waktu saya SD, saya adalah cewek 'tidak feminin' yang doyan main engrang bareng teman-teman cowok saya. Tapi kalau naksir salah satu teman cowok saya sih pernah, ah, cinta monyet istilahnya, tapi hanya begitu saja, saya belum mengenal kata 'jadian' ketika masih memakai rok merah marun dulu, hanya mengenal kata "Ayo, main lojo'-lojo'!!!!"


Selesai menonton, kami berjalan-jalan sebentar di dalam mall, sambil melihat-lihat pameran wedding dress dan wedding planner yang sedang diselenggarakan disana (dan saya sangat terkagum-kagum melihat baju-baju nikahan warna putih nan seksi, juga foto-foto pre-wedding dengan konsep yang keren-keren >//<)
Diperjalanan pulang, kami kembali bercerita. Kali ini tentang kehidupan kami yang sekarang. Wanita tangguh yang duduk di kursi mobil disamping saya itu, bahkan tidak sempat menyelesaikan bangku SMA nya, permintaan orang tua dan tradisi keluarganya menjadikannya seorang ibu muda. Ia banyak bercerita tentang kehidupannya setelah dia menikah dan setelah suaminya berpulang ke Rahmatullah tiga tahun yang lalu. Tentang bagaimana dia berusaha menerima kenyataan dan mencari kata ikhlas didalam kehidupannya saat itu. Bayangkan saja, menikah muda, kemudian ditinggal sang suami setelah memiliki seorang anak laki-laki yang saat itu kurang lebih masih berumur lima tahun. Ia mengatakan bahkan saat suaminya meninggal, Ia tak sanggup menangis pada awalnya. Jiwanya terlalu terguncang dan kaget menerima kenyataan suaminya harus meninggalkannya secepat itu.
Lalu tidak lama setelah itu, keluarganya kembali mendapat musibah, toko milik suaminya ikut terbakar dalam kebakaran massal di Pasar sentral sekitar dua tahun yang lalu.
Ia banyak mendapatkan pelajaran hidup saat itu, tentang bagaimana Ia harus ikhlas, dan sabar. Tentang bagaimana Tuhan sanggup menguji Hambanya sedemikian rupa, agar mempelajari seseuatu di dalam ujian tersebut.

Saya pun mendapatkan banyak pelajaran darinya, tentang keteguhan hati, tentang keikhlasan, tentang kesabaran.

Dan disinilah saya, beberapa jam kemudian, ditemani segelas teh hangat dan mencoba mencari kata ikhlas atas semua kejadian beberapa bulan terakhir.
Tidak, saya sedang tidak diuji dengan ujian sebesar yang dialami teman saya itu, melainkan hanya ujian setingkat anak SD, yaitu Patah hati.
Namun, tidak semudah itu untuk mengikhlaskan semuanya. Ingin rasanya saya bisa meyakinkan diri saya sendiri, bahwa semua baik-baik saja, semua akan baik-baik saja, ikhlaskan saja, biarkan saja. Tidak mudah mencari kata ikhlas di dalam hati yang masih dirundung sedih, di dalam jiwa yang masih terluka sayat yang perih. Hati saya masih berteriak "HEI! KENAPA HANYA SAYA YANG TIDAK BAHAGIA KARENA INI, PADAHAL YANG MENJALANINYA BUKAN HANYA SAYA?"
"Kenapa kau bisa dengan bahagia tetap menjalani kehidupanmu dengannya, dan saya setiap malam masih menangisi semua hal yang kita lalui dan semua hal yang seolah-olah bukan apa-apa untukmu?"
"KENAPA KAU TIDAK IKUT TERLUKA?"

Butuh waktu, kata teman saya. Luka bakar saja tidak langsung hilang dalam seminggu sebagus apapun obat yang digunakan. Butuh proses, kata teman saya.
Maka, saya sedang mencoba mencari kata ikhlas. Mencoba bisa kembali mendoakanmu bisa bahagia dengannya (bukannya mengutukimu berpisah dan kau akan merasakan bagaimana rasanya sakit hati)
Ya, saya sedang mencoba, pelan-pelan, tidak bisa instan.
Semoga kelak, saat bertemu denganmu nanti, hei Tuan, saya bisa tersenyum ikhlas dan menanyakan kabarmu dan kabar pasanganmu.


Wish me can have a big heart for that :)


Salam,
Yang masih memiliki luka bakar, Rara ~



February 27, 2015

Yang katanya sedang patah hati, dan potongan rambut yang baru

Hari ini rasanya saya ingin meringkuk didalam selimut saja, matahari terlalu silau untuk mataku yang sembab, dan hari terlalu cerah untuk hatiku yang masih dirundung kelam.
Namun, rasanya salah, jika saya hanya bermuram durja, rasanya tak adil , jika saya terus merasa sedih merana, padahal saya bisa menikmati dunia.
Iya, hati saya masih berdarah bernanah, tapi saya sudah lelah terus menerus bersedih untuk seseorang yang bahkan tak peduli.

Maka berbekal dengan keteguhan hati, dan hasrat untuk membahagiakan diri, hari ini saya menantang matahari.
Hal pertama yang saya lakukan adalah berbenah diri!
Rasanya sudah lama tidak memanjakan diri, sayapun mandi selama mungkin, luluran, maskeran, creambath, walaupun semuanya bukan saya lakukan di salon (karena memang sedang berhemat #uhuk) tapi rasanya sangat menyenangkan, seakan-akan beban ikut terangkat bersama daki ketika luluran, hehehe..

Lalu hal selanjutnya yang ingin saya lakukan adalah POTONG RAMBUT!!
Entah darimana asalnya, katanya orang yang habis potong rambut artinya habis patah hati, ahahaha...
jadi, entah kenapa, tiba-tiba hasrat saya untuk memendekkan rambut sangat besar, padahal belum lama ini saya baru saja memotong rambut saya.
Kemudian, setelah saya menyelesaikan segala urusan saya pagi hingga siang tadi, saya pun pergi ke salah satu salon muslimah langganan saya di jalan Racing center.
Sebelumnya di rumah, saya sudah berdiskusi dengan sulung tentang bagaimana sebaiknya model rambut pendek yang cocok untuk saya. Si sulung menyarankan untuk memotong model Pixie Cut saja. Berhubung saya tidak tahu, bagaimana itu model pixie cut, sesampainya di salon, saya pun googling tentang itu, dan ternyata model rambut Pixie Cut itu potongan rambut yang sangat pendek, dan sangat tomboy, dan salah satu gambar yang muncul ketika saya googling itu adalah gambar Anna Hatheway dengan potongan rambut yang sangat pendek, dan saya pun memutuskan untuk memotong rambut seperti itu >//<
Namun, ketika saya memperlihatkannya kepada mba-mba salon yang akan memotong rambut saya, dia berkomentar, "tidak terlalu pendek ji itu, mba?" dan saya pun galau dan berfikir, iya sih kayaknya pendek sekali, dan poninya juga, saya tidak pede dengan poni sependek itu.

Foto pertama yang ingin saya jadikan model rambut saya, berharap sedikit saja bisa mirip Anne Hathaway, hehehe..
(picture taken from here)


Lalu saya pun kembali googling, mencari foto artis Bianca liza, yang memang sebenarnya saya sudah berfikir untuk memotong rambut saya pendek seperti Bianca (yang tidak tahu siapa itu bianca, itu loh, presenter yang dulu sering sama uya kuya di acara eat bulaga indonesia)
Saya pun mendapatkan sebuah gambar yang cukup bagus yang menurut saya tidak terlalu pendek untuk ukuran rambut pendek dan poninya juga masih cukup panjang, dan akhirnya menjadikan itu sebagai model untuk potongan rambut saya.

Foto Bianca Liza, sebagai contoh model potongan rambut saya yang baru (berharap bisa ikutan manis kayak Bianca, pffttt)
(picture taken from here)

Saat rambut saya sudah setengah jalan dipotong, saya melihat, kayaknya rambut saya pendek bangeeetttt >///< (dalam hati sudah sangat was-was jadinya bakalan tidak cocok untuk saya, tapi saya masih tetap pasang wajah santai dengan senyum manis di depan mba-mbanya, biar mba-mbanya tidak ikutan panik) dan akhirnya saya pun pasrah, dengan keadaan, dan menyerahkan semuanya ke tangan mba-mba yang memotong rambut saya. Biar sajalah, toh saya juga berhijab tidak akan banyak dilihat orang (begitu cara saya menenangkan diri) 
Dan tiga puluh menit kemudian, rambut saya pun selesai dipotong. Dan hasilnya? Kereenn >//<
Pendeknya sama dengan rambut anne hathaway yang pertama tadi, tapi poninya masih cukup panjang seperti poni bianca, fufufufuu...
Jujur, ini kali pertama saya memiliki rambut sependek ini, semenjak saya masih kecil hingga sekarang. Biasanya saya selalu bertahan dengan rambut panjang, padahal saya tipe orang yang jarang mengurus rambut sendiri -____-
Saya tidak ingin menampilkan foto saya disini dengan potongan rambut baru saya, hehehehe...
Tapi bagi kalian yang penasaran, bisa mengecek di id Instagram saya (@raradenanna), disana, karena terlalu excited tadi, saya pun memposting foto saya (maafkan Hamba ya Allah...)

Rasanya sangat lega setelah potong rambut. Walaupun patah hati saya belum sepenuhnya terobati, setidaknya saya menganggap ini sebagai awal yang baru. Untuk memulai hari-hari yang baru.

Oh, iya, untuk kalian yang (juga) baru patah hati, saya ada video menarik dari abang Raditya Dika di Youtube yang judulnya Kepada Orang Yang Baru Patah, cobalah kalian tonton video ini, karena jujur sedikit banyak video ini menginspirasi saya untuk hal-hal yang saya lakukan hari ini.
Link >> https://www.youtube.com/watch?v=SfuQeHA0r64

Sekian dulu postingan saya.
Sebenarnya masih banyak hal menarik yang saya lakukan hari ini, tapi rasanya hanya ini yang ingin saya ceritakan untuk saat ini, hehehe..


Salam,
Yang sedang mencoba bangkit kembali, Rara





Seharusnya Aku TAHU DIRI

Kamu selalu menjadi bagian dari hari-hariku. Hampir setiap hari, aku membuat alasan agar bisa bertemu denganmu. Aku menghabiskan malam, sebelum tidur, untuk membaca pesan singkatmu, menyempatkan diriku menyebut namamu dalam tiap doa dan sujud terakhirku, DULU, sebelum aku tersadar seharusnya aku tahu diri.

Aku sudah tahu, mendekatimu adalah hal yang salah, mencintaimu adalah tindakan yang bodoh, menginginkanmu adalah hasrat yang tak pantas. Namun, kedekatan kita, adalah sesuatu yang tidak bisa aku hindari. Bagaimana mungkin aku mengingkari perasaan yang bisa membuatku bahagia membuncah? Walaupun aku tahu, aku tak seharusnya berharap lebih.

Kugantungkan harapanku padamu. Kuberikan sepenuhnya perhatianku untukmu. Sayangnya, tak seharusnya aku berbuat seperti itu, karena kamu tak pernah memandang sisi yang sama denganku. Kedekatan kita, bukanlah kesamaan harapan dalam satu keinginan bagimu. Kamu berada disampingku, tapi hasrat yang kuciptakan tak pernah sampai ke hatimu. Kamu berada di dekatku, namun segala perhatianku seakan menguap, menghilang tak berbekas di jiwamu. Kamu mungkin menganggap perasanku padamu hanyalah sesaat, hanyalah permainan dan suatu saat akan menguap.

Kamu sudah mengetahui bagaimana perasaanku terhadapmu, dan walaupun kamu tahu bahwa itu salah, kamu menyambutku seolah-olah tak apa jika aku berharap kepadamu, kamu membiarkanku memeluk mimpiku tentangku, kamu mengizinkanku merasakan manisnya kisah kita padahal itu adalah bayangan semu. Kebahagiaanmu adalah hal yang paling kuinginkan setiap hari. Dulu, aku berharap, aku bisa menjadi alasanmu tersenyum setiap hari, tapi ternyata harapanku terlalu tinggi.

Tuan, semuanya telah berakhir. Tanpa ucapan pisah. Tanpa lambaian tangan. Tanpa kamu jujur mengenai perasaanmu. Perjuanganku terhenti karena aku merasa tak pantas lagi berada disisimu. Sudah ada seseorang untukmu, yang nampaknya jauh lebih baik dan sempurna daripada aku. Tentu saja, jika dia tak sempurna, kamu tak akan memilih dia menjadi satu-satunya untukmu.

Tuan, setelah mengetahui semua itu, apakah kamu pernah sedikit saja menilik tentang perasaanku? Ini terasa aneh bagiku. Kita yang dulu sempat dekat, walaupun tanpa status apa-apa, meskipun berada dalam ketidakjelasan, tiba-tiba menjauh tanpa sebab. Aku yang terbiasa menyapamu dalam pesan singkat, harus terpaksa terbiasa tak lagi menanyakan kabar tentangmu, karena aku tersadar seharusnya aku tahu diri. Aku berusaha memahami itu. Setiap saat. Setiap hari. Aku berusaha meyakini diriku bahwa semua sudah berakhir, dan aku tak boleh lagi berharap terlalu jauh.

Tuan, jika aku boleh meminta langsung kepada TUHAN, aku tak ingin kedekatan kita terjadi. Aku tak ingin mendengar suaramu menyebutkan namaku. Aku tak ingin mengingat aromamu ketika kebersamaan kita terlalu dekat. Aku tak ingin membaca pesan singkatmu. Sungguh, aku tak ingin semua hal itu terjadi jika pada akhirnya kamu menghempaskanku sekeji ini.

Tuan, jika ingin mengetahui bagaimana perasaanku, seluruh kosakata dalam milyaran bahasa tak akan mampu mendeskripsikannya. Perasaan bukanlah susunan kata dan kalimat yang bisa dijelaskan dengan definisi dan arti. Aku lelah. Itulah perasaanku. Sudahkah kamu paham? Belum. Tentu saja. Apa pedulimu padaku? Aku tak pernah ada dalam matamu, aku tak pernah mempunyai tempat dalam hatimu.

Setiap hari, setiap waktu, setiap aku melihatmu dengannya, aku selalu berusaha menganggap semuanya baik-baik saja. Semua akan berakhir seiring berjalannya waktu. Aku membayangkan perasaanku yang suatu saat nanti akan hilang, aku memimpikan lukaku akan segera kering, dan tak ada lagi penyebab aku menangis setiap malam. Namun, sampai kapan aku harus terus mencoba?

Sementara ini saja, aku tak kuat lagi membayangkanmu bahagia dengannya. Tak mudah meyakinkan diriku sendiri untuk segera melupakanmu dan kemudian mencari pengganti.

Tuan, seandainya kamu bisa membaca perasaanku dan kamu bisa mengetahui isi otakku, mungkin hatimu yang beku akan segera mencair. Aku menulis ini ketika mataku tak kuat lagi menangis. Aku menulis ini ketika mulutku tak mampu lagi berkeluh. Aku mengingatmu sebagai sosok yang pernah hadir, walaupun tak pernah benar-benar tinggal. Seandainya kamu tahu perasaanku dan bisa membaca keajaiban dalam perjuanganku, mungkin kamu akan berbalik arah dan memilihku sebagai tujuan. Tapi, aku hanya persinggahan, tempatmu meletakkan segala kecemasanmu, kotak untuk menceritakan mimpi-mimpimu, lalu kamu pergi tanpa janji untuk pulang.

Semoga kamu tahu, aku berjuang, setiap hari untuk melupakanmu. Aku memaksa diriku untuk membencimu, setiap hari, setiap kulihat kamu bahagia bersama kekasihmu. Aku berusaha keras, setiap hari, menerima kenyataan yang begitu kelam.

Bisakah kamu bayangkan rasanya jadi orang yang setiap hari terluka, hanya karena ia tak tahu bagaimana perasaan orang yang mencintainya? Bisakah kamu bayangkan rasanya jadi aku yang setiap hari harus melihatmu dengannya?

Bisakah kamu bayangkan rasanya jadi seseorang  yang setiap hari menahan tangisnya agar tetap terlihat baik-baik saja?

Kamu tak bisa. Tentu saja. Kamu bukan seseorang yang perasa.

Maka aku tahu, tuan, seharusnya aku tahu diri.



~RR

February 23, 2015

Postingan seketika

Sangat banyak hal yang terjadi  dalam beberapa bulan terakhir, namun tidak satupun yang bisa saya ceritakan, bukan karena tak ingin bercerita, saya bahkan sangat ingin menceritakannya dengan sangat detail, tapi setiap saya mulai menulis, saya tidak tahu harus memulai dari mana, saya tak tahu harus menceritakannya bagaimana.

Mungkin nanti setelah saya sudah mulai tenang, ketika saya sudah mulai ikhlas, ketika hati saya mulai lega, saya akan menceritakannya satu-satu.
Dan saat ini, biarkan saya menangis dalam diam, mengasihi diri sendiri, dan menikmati kesendirian saya.

January 31, 2014

Sebulan bersama Choco

Tanggal 28 Januari kemarin tepat satu bulan si Choco tinggal dirumah. Walaupun saya nggak tahu pasti choco umurnya berapa, tapi berdasarkan pengamatan saya, waktu pertama kali datang kemarin itu dia masih berumur dua mingguan, soalnya badannya masih sangat kecil dan masih susah makan atau minum. Tapi saya pun menetapkan tanggal 28 Desember juga sebagai hari ulangtahunnya si Choco, biar kompakan gitu sama maknya XD

Sebulan bersama choco, bukanlah hal yang mudah, karena seperti yang saya bilang tadi, waktu pertama kali datang, choco sama sekali nggak mau makan ataupun minum. Awalnya saya mencoba memberi dia susu formula, berbekal ilmu yang saya lupa-lupa ingat yang saya dapatkan dari membaca komik detective conan, yaitu cara memberi minum anak kucing yang masih sangat kecil namun sudah tidak bersama induknya adalah dengan memberinya susu formula yang diencerkan 3x dari yang biasanya manusia minum, kemudian dihangatkan sampai sama dengan suhu tubuh manusia baru dituang diwadah, namun si choco muda sama sekali tidak meminumnya :(
Karena selama dua hari dia tidak makan atau minum apapun (saya mencoba memberikannya makanan kucing Meow yg sudah saya hancur-hancurkan, tapi nggak dimakan juga) saya pun takut si Choco lama-lama bakalan mati kelaparan. Tapi akhirnya malam hari kedua si choco pun mau meminum air putih hangat yang saya kasih :') *sampai nangis terharu saya waktu itu* dan besoknya dia juga mulai memakan makanan nya \(^O^)/, bahagia sekali saya waktu itu, saya pun tak cemas lagi si Choco bakalan mati kelaparan.

Mengurus Choco selama sebulan juga susah-susah gampang. Rasanya kayak punya anak yang baru lahir (walaupun saya belum pernah punya anak, tapi tau lah rasanya berdasarkan cerita yang saya dengar dari teman dan keluarga). Sampai minggu pertama si Choco hobby "menangis", iya.. jadi si Choco hobby banget mengeong-ngeong dengan suara cempreng khas anak kucing baru lahir, saya kadang sampai emosi karena nggak tau musti ngapain dan musti bagaimana supaya si choco diam :3
Biasanya kalau habis saya pukpukin atau belai-belai baru deh mau diam, tapi itu kadang-kadang baru berhasil, pokoknya persis kayak anak bayi manusia yang baru lahir deh, yang suka banget nangis tengah malam, sampai bikin maknya pengen melambaikan tangan ke kamera (lu kate masih dunia lain, ra'?)

And then..

January 24, 2014

Free Topi dan Burger dari mas-mas Wendy's yang baik hati

Selamat tengah malam :)

Saya mau bercerita sedikit sebelum tidur, tentang pengalaman 'konyol' dan bahagia saya sore tadi bersama dua cowok ganteng saya, bukan, saya nggak pacaran sama dua cowok sekaligus kok, tapi mereka adalah sahabat saya, cowok-cowok ganteng yang sudah pada punya pacar, ahahhaa...
Jadi ceritanya sehabis mutar-mutar di salah satu pusat perbelanjaan di kota Makassar, yaitu MTC, (yang rencana awalnya saya pengen beli Handphone baru, malah berakhir nggak beli apa-apa karena galau mau beli Handphone apa :3 Ada saran? *nyari handphone touch screen yang kameranya bagus dan tahan banting*) kami bertiga  *saya, bang deny, dan yogha* memutuskan untuk singgah makan si salah satu restoran cepat saji yang baru buka di sana, yaitu Wendy's XD

Berhubung ini kali pertama kami makan disini, jadi kami bertiga belum terlalu familiar dengan menu-menunya, beda kalau makan di mcD, tanpa liat menupun sudah tau mau pesan apa beserta harganya berapa, hehehe.. sehingga kami sempat "berulah" dan bikin heboh pas memesan makanan.
Mba-mba wendy's : "Siang mba', makan sini?" (sambil naruh nampan dan kertas di atas nampan, yang gambarnya ada labirin-labirin gitu, bisa dimainin, eh, si Yogha malah main ambil aja kertas itu, terpaksa diganti lagi sama mba'nya dengan kertas yang baru, ahahaha..)
Sy: "Iya mba', makan disini, tapi nanti kami makannya di meja sana mba', kalau makan dimeja counter ini, jadi menghalangi dong nanti" (saya mulai melucu ke mba-mba nya)
MMW:  *ketawa kecut* (mungkin menganggao leluconku nd lucu :3*
Sy: "Iya, jadi kami pesan Cheesburger satu, double cheeseburger deluxe satu, dan crispy cheese burger satu"
MMW: *sibuk ngetik sana-sini dan masih pusing dengan pesanan-pesanan kami, karena saya menyebutkan pesanan sambil ketawa-ketawa dan terbata-bata bilangnya*
Si Yogha dan Bang Deny malah asyik mainin kertas labirin itu, sibuk gambar sana-sini nyari jalan menuju finishnya, dan saya juga ikut memperhatikan mereka.
Dan eh, ternyata mba'nya salah dengar pesanan saya, dan saya pun menyebutkan ulang masing-masing pesanan tadi, sampai perlu manggil pegawai lainnya karena mba'nya tadi bingung dengan pesanan saya, dan mesin kasirnya. Setelah berhasil mendapatkan jalan keluar di permainan labirin tadi, saya pun memperlihatkan kertas itu ke Mas-mas Wendy's (Mba'-mbanya menyerah menghadapi saya karena masih beberapa kali bingung) yang sekarang melayani kami.
Sy: "Mas, berhasil didapat ini jalan keluarnya, ada hadiahnya nd?" (saya bertanya dengan cueknya sama masnya yang masih bingung dengan mesin kasirnya, aahahahha..)
Mas-mas Wendy's: "Aii.. Nd ada mba.."
Sy: "Aiii... masa' nda ada mas, berhasil mi lagi di dapat, ahahaha.." (niatnya becanda, cuman pengen heboh aja)
Mas-mas Wendy's: "Oohh.. tunggu dulu mba.." (beranjak dari tempatnya dan menuju counter sebelah, mencari sesuatu) "Ini, mba hadiahnya.." (sambil senyum, mas-masnya itu ngasih saya topi merah yang ada tulisan Wendy's nya sebagai hadiah)
Sy: "Serius ki ini, mas? yeyyyyy... Ambil mi ini yog, siapa tau kalau belanja ko lain kali disini, baru pakai ini topi, dikasih ko diskon, ahahahaha..."
Mas-mas Wenndy's: (senyum sambil kembali menanyakan pesanan kami)
Untungnya setelah beberapa kali salah pesan dan sempat bercanda-bercandaan di depan counter itu, kami pun berhasil memesan dan mendapatkan makanan kami, tapi sayangnya makanan saya harus ditunggu, nanti diantarkan kata mas-masnya.

Tiga softdrink, Cheese burger pesanan yoga, dan double cheeseburger deluxe pesanan bang deny.
Eh, itu juga penampakan games labirin berhadiah topi tadi XD


Pak Yogha dengan topi barunya, cieee..
*sudah mirip pegawai disini*

Tidak lama kemudian, datanglah mas-mas yang tadi ng-bawai burger pesanan saya, dan mas yang tidak saya tahu namanya itu pun, ngasih saya kita, Free burger Crispy Cheese, kayak pesanan saya.
Mas-mas Wendy's yg tidak saya tahu namanya: "Ini burger pesanannya mba, dan ini saya kasih bonus satu sebagai compliment saya.." (sambil pasang senyum yang paling manis)
Sebenarnya saya nggak terlalu yakin masnya ngomong compliment atau apa, pokoknya yang saya artikan itu sebagai ucapan terimakasih atau senang dengan sikap kami, hehehe... *padahal tadi jadi biang rusuh*
Sy: "Eh??" (pasang wajah sok kaget namun bahagia) "makasih banyak mas.." (pasang senyum paling manis juga"
Mas-mas Wendy's: "Iya, mba.." 
Dan, mas-mas itu pun berlalu sambil membawa nampannya.
Dan kami pun bahagia mendapat tambahan burger lagi, ahahahaha...

Burgernya jadi 4 biji
Burger  pesananku, dan tambahan burger dari mas-mas yang baik hati XD

Pas pulang pun, kami masih sempat heboh dan dadah-dadahan sama pagawai yang ada di counter wendy's tadi, ahahahaha.. kocak banget dah pokoknya XD

Sekian cerita saya malam ini, berhubung sudah hampir jam 3 subuh, sudah saatnya saya tidur, kalau bisa (damn you, insomnia!)
Senang banget bisa quality time, seru-seruan dan konyol-konyolan bareng cowok-cowok gantengku hari ini (sayangnya kurang 2 biji, gias dan acer nggak ikut :3 )

Ja.. Oyasumi..
>.<


Yang wajahnya semuda Maudy Ayunda,
~RARA







January 22, 2014

Sahabat yang Perhatian dan Choco Bath Time

Selamat pagi dunia maya..
Kemarin seharian (nggak seharian juga sih..) saya meringkuk di dalam kamar karena demam dan terkena alergi obat, perpaduan yang sangat bagus memang -_-a. Sama seperti kota-kota lain di Indonesia, Makassar juga lagi sibuk-sibuknya dengan hujan, dan saya yang emang akhir-akhir ini sangat banyak kegiatan outdoor, jadi salah satu korbannya karena kemana-mana malas bawa payung atau pakai jaket tebal, dan karena emang daya tahan tubuh saya sedang manja, jadi lah saya demam dan pas minum obat, eh, malah alergi, mulut dan hampir semua bagian muka saya bengkak-bengkak, badan juga memerah, ah.. benar-benar cobaan yang lumayan berat di dua hari kemarin.
Belum lagi keadaan hati masih porak poranda (ceilah..) lengkap lah sudah.

Tapi, ketika lagi merasa sendiri saat sakit itu, ternyata masih ada orang-orang yang perhatian sama saya *bahagia*. Ada yang telponin sampai berjam-jam cuman buat saya jadikan tempat curhat dan kasih nasehat ini itu biar saya kembali waras, ada yang datang ke rumah siang-siang buat bawain nasi goreng dan obat (tapi ujung-ujungnya obatnya malah bikin alergi :3 ), ada yang datang ke rumah malam-malam buat bawain susu ultra sekotak besar dan sup hangat, dan ada yang smsin doain semoga lekas sembuh (lengkap dengan emoticon cium peluknya) dan nasehatin biar nggak begadang, hehehe.. Pokoknya bahagia banget deh dapat perhatian dari mereka semua. Thanks to my bebeb-bebeb Acer, Yogha, kak Icha, Bang Deny, Gias (my tweenies) dan Dedy. KECUP HANGAT SATU-SATU. XOXO.

Dan karena seharian di kamar, guling sana guling sini, kerja hal-hal remeh, sore hari saya pun merasa, kok ada yang kurang yah? Biasanya ada makhluk bulet kecil berkaki empat berbulu warna-warni yang sibuk kesana kemari, dan mengeong minta makan, kok hari ini kamar saya sunyi senyap yah??
Ah, dan saya pun baru ingat kalau si Choco lagi saya "kurung" di teras atas karena  takut demam saya tambah parah kalau dekat-dekat dia :'(
Akhirnya sore kemarin saya pun 'menjenguk' si makhluk bulet kecil berkaki empat berbulu warna-warni itu, dan choco seakan ngomong "KANGEEN" dan 'minta makaaan' ke saya, hehehe..
Tapi, karena ditaruh diluar (biasanya si choco di dalam rumah atau nggak di kamar saya XD) si choco jadi buluk dan berantakan, saya pun memutuskan sepertinya ini waktunya memandikan  si makhluk bulet kecil berkaki empat berbulu warna-warni ini (yaelah panjang amat sebutan untuk Choco), dan sekalian menggunting kukunya yang sudah panjang, karena berdasarkan pengalaman yang kemarin-kemarin pas mandiin si Choco, tangan saya yang mulus sukses mendapatkan bekas cakarnya yang imut-imut :3


January 19, 2014

Pertanyaan singkat


Apakah kita akan kembali menjadi dua orang yang asing?



untukmu, yang baru saja memberi penjelasan padaku.

Untukmu yang memberiku harapan

Hari ini aku ingin sendiri, meringkuk sepi dalam selimutku yang dingin. Masih pagi, tapi hatiku sudah tersayat perih lagi. Menangis, padahal diluar langit cerahnya warna-warni.
Pernah kurasakan yang seperti ini, luka yang perih, sakit yang begini. Aku tak pernah berharap akan merasakannya lagi, padahal sudah cukup luka yang dulu belum tertutupi, tapi malah tertambah dan semakin bernanah berdarah lagi.
Apa memang tak bisa? Mengharapkanmu yang sudah memilikinya?
Aku pernah diingatkan, diberitahu, dinasehati oleh sahabat, oleh rekan sejawat, bahwa semuanya ini tak sehat, bahwa tak seharusnya aku bermain api dan berharap tak terbakar kemudian lukanya tak dirawat.
Namun, aku bisa apa?
Hatiku mendambanya sangat terlalu. Jiwaku mengharapkannya terlalu jauh. Ragaku menginginkannya sungguh.
Kemudian perhatiannya membuatku semakin ingin mendekatinya. Membiarkan jiwaku terhanyut dalam setiap kedekatannya, dalam setiap sentuhan jemarinya di tanganku, dalam setiap pelukannya yang membuat jantungku berdebar dan bertalu, dalam setiap kata-katanya yang menyejukkan kalbu. Padahal aku tahu, mengharapkannya menjadi milikku, adalah mimpi yang terlalu jauh.

Awalnya aku tak pernah berharap apa-apa, bahkan mengharapkanmu memiliki rasa untukku pun aku tak berani. Kita terlalu jauh, kau dengan kekasihmu, dan aku dengan kekasihku. Namun, sungguh rencana Tuhan tak adil untukku, kita didekatkan seolah kelak bisa bersatu, padahal dalam mimpipun itu terlalu lancang bagiku.
Kita mulai saling berbagi cerita, tentang apa saja yang mungkin bisa menjadi pemersatu kita, walau itu hanya keinginanku saja, kau tak pernah melihatnya dari sisi yang berbeda. Kau bercerita tentang milikmu, dan aku bercerita tentang hidupku, sambil sesekali kau mengeluh dan meminta nasihatku.
Hampir setiap malam, kau menjadi bagian dalam hari-hariku. Kosongnya kalbu yang kucipta sendiri, agar, entah darimana pemikiran bodoh ini muncul, kau bisa mengisinya, walau hanya sebatas, cerita.
Terlalu terburu-buru kah kalau aku menyebutnya  ini cinta?  Kalau iya, lalu apa namanya perasaan tak ingin melepaskan meskipun tahu kau tak mungkin berada dalam genggaman?
Lalu kedekatan kita, sepertinya bukan lagi sebatas teman. Ketika kau berkata kau juga sayang, ketika aku mengucap kata rindu. Terlebih ketika kau mengungkapkan kau sudah tak lagi bersama kekasihmu. Tahu kah kau? Waktu itu, aku sedih sekaligus bersemu.  

Namun, lagi-lagi aku termakan harapanku. Aku ingat kau sudah memperingatkanku, sudah mengancamku untuk tak berharap padamu. Tapi aku bisa apa? Egoku terlalu tinggi hingga menutup kenyataan sendiri.
Dan sekarang, disinilah aku, sendiri. Ketika lagi-lagi mendapati kenyataan, kau memang tak bisa kumiliki, bahkan dalam mimpi. Ketika aku mulai berontak menuntut sesuatu yang seharusnya tak pernah ku harap jadi milikku. Iya, aku sadar, seharusnya dari dulu, bahwa semua kedekatan yang tercipta, semua yang berusaha ku bangun agar terbentuk kata KITA, hanyalah ilusi belaka, hanya dari pihakku saja, sedangkan bagimu, entah bagaimana denganmu, mungkin, seperti kataku kemarin, aku adalah tempat pelarianmu.
Lalu dengan mudah kau berkata untuk mengakhiri saja, padahal memulai saja kita belum, mengakhiri semua yang terjadi diantara kita, seakan-akan tidak terjadi apa-apa. Sangat mudah sepertinya untukmu, saat kau berkata, lewat pesan singkatmu, bahwa tak akan ada lagi perhatianmu untukku. Sementara aku, menangis pilu berharap sedikit saja kau menginginkanku.

Seharusnya dulu ku dengarkan nasehat sahabatku, mengenai semua hal tentang harapan palsu, sayang waktu itu telingaku kelu, masih terbuai dengan ilusi-ilusi yang kucipta sendiri. Sekarang aku menangis sendiri, terbakar api yang kucipta dari tanganku sendiri, masih berharap tidak terbakar, padahal abunya sudah menyebar.

Ironi..


Untukmu yang selalu berkata tak bisa apa-apa.
Seharusnya aku tau, kau tau, itu saja.







Malam ini aku Batu

Malam ini aku batu..
Tak mau jadi yang pertama kali mengucap rindu, walau dalam hati tersayat pilu, menanti perhatianmu.
Tak mau jadi yang pertama kali bertanya tentang harimu, walau dalam hati bertanya-tanya, apa di harimu aku pernah terlintas dalam bias hasratmu.
Sesekali aku ingin egois, ingin merasa penting, ingin berharap dirindui, bermimpi untuk diingini.
Walau padahal aku sudah tahu pasti, tak ada guna aku berharap lagi, hatimu tak menyimpan rasa seperti hasrat gilaku.


aku.
yang katamu juga kau rindu.
dulu.

January 18, 2014

Untukmu yang selalu mengirimkanku pesan cinta

Terbangun dipagi hari, rutinitas ku bukanlah langsung mandi dan menggosok gigi, namun membuka ponselku dan melihat pesan yang kau tinggalkan disaat aku sedang berada di alam mimpiku.
Pesan cinta, kau tak pernah bosan mengirimkannya untukku, seakan itu adalah alat bantu nafasmu, kau lakukan di bawah alam tak sadarmu. Walaupun singkat dan tak bervariasi, aku tahu betul betapa kau tak bisa menjadi puitis, namun aku selalu tersenyum dan setitik sinar diam-diam menghangatkan hatiku, lalu aku pun siap menjalani hari ku.

Namun, aku pun tak bisa menghilangkan pertanyaan ini dari otakku, tak bosankah kau dengan semua itu? Tak marahkan kau dengan sikap tak acuh ku padamu? Yang selalu membalas pesanmu hanya dengan gambar wajah senyum padahal kau mengucap kata cinta padaku..

Kita pernah saling cinta, kemudian saling menebar luka, hingga akhirnya terpisah, kemudian saling cinta kembali, lalu saling menyayat luka lagi, dan akhirnya terpisah, yang ketika itu akulah yang memutuskannya, dengan alasan yang cukup membuatmu tak ingin mengerti.

Aku bahagia, walaupun sudah tak memiliki hubungan, kita masih saling menyapa, walau awalnya kita saling mencaci layaknya pemuda-pemudi labil yang patah hati, namun sikap ego kita perlahan teratasi. Kau mengerti, akupun mengerti.
Hingga akhirnya perasaan cinta yang dulu ada di hatiku, perlahan berubah untukmu, bukanlah lagi perasaan cinta menggebu-gebu seperti dulu ataupun perasaan egois ingin memilikimu hanya untukku, melainkan perasaan kasih, perasaan peduli, perasaan bahagia karena kau masih menginginkanku kembali untukmu.

Aku tahu, kelak kau akan lelah menungguku. Menunggu hatiku kembali terbuka untukmu.
Dan aku sadar kelak kau akan pergi menjauh, dan aku harus rela tak akan lagi mendapatkan pesan cintamu. Namun aku bisa apa? Aku tak ingin memberimu harapan palsu.
Tapi terimakasih, terimakasih untuk semua pesan cintamu.




seperti musim, semua akan berganti
hingga nanti kau akan menemukan penggantiku,
aku tetap bahagia menerima pesan cintamu.
untukmu.
dariku.

COMASU's 3rd Anniversary

Postingan ini juga sangat telat, walaupun begitu, sekali lagi mending telat daripada nggak sama sekali, iyakan?? (mending postingannya telat daripada datang bulannya yang telat #upppss)

Sesuai dengan judulnya, saya mau bercerita sedikit banyak tentang acara Ulang Tahun komunitas Cosplay tercinta saya "COMASU" yang ke - 3  tanggal 1 Januari 2014 kemarin \(^O^)/

Persiapan acaranya nggak sampai sebulan sebelum hari H, jadinya acaranya tidak terlalu meriah dan semerbak ala-ala acara ulang tahun anniversary di tipi-tipi (ya iyalaaahhh..) tapi tetap berkesan dan meriah ala anak-anak COMASU :)

Acaranya diadakan di salah satu tempat bersejarah di kota makassar, yaitu Benteng Roterdam. Sempat bingung juga awalnya mau diadakan dimana, karena nyari tempat yang pas untuk kegiatan seperti ini di kota makassar, sangatlah susah pemirsa :3
Tapi, setelah briefing berkali-kali bersama para member, search tempat dan bertanya sana-sini, terpilihlah Benteng Roterdam sebagai tempat pelaksanaannya. Ngurus izin pemakaian tempatnya itu pun susah-susah gampang, musti ketemu pengurus tempatnya lah (yang sangat susah ditemui, sering keluyuran soalnya -_-a), sampai sempat digantungin (udah kayak jemuran aja) sama pihak pengelolanya apakah gedungnya bisa dipinjam apa nggak, padahal sudah H-3 acara -_____-a (asli bikin saya dan bang deny galoo...)
UNTUNGNYAAAA... dua hari sebelum hari yang ditentukan, setelah beberapa kali menyambangi (ceilaaahh..bahasamu, ra'..) pengelolanya, surat izin penggunaan Gedung Hall nya turun juga, fiuuuhhh... (ini turun dalam arti sebenarnya loh, soalnya pak ketua pengelolanya ruangannya ada di atas #ihik) 

Dan di H-1 itulah, saya sibuknya sudah kayak ibu gubernur (masih mending ibu gubernur kemana-mana ada yang supirin, lah saya musti nyupirin diri sendiri -___-a), musti ngurus Kue Ulang Tahun, kue buat para tamu, persiapan dekor ruangan, ngantar surat izin keramaian ke pak polisi, dan apalagi nggak tau sampai lupa :3 Belum juga saya musti ngurus kostum yang bakalan saya pakai di anniversary, yang asli, bener-bener dikerjain H-1 -____-a


AND FINALLY, THE PARTY'S START \(^O^)/

Hadiah di Umur yang ke- 22

Tanggal 28 Desember 2013 kemarin (iya tau, kemarinnya udah lama pake' banget, tapi lebih baik telat daripada tidak sama sekali kan ;) ) alhamdulillah saya pun bisa yang namanya ber-ULANG TAHUN (>///<)
walaupun umur bertambah tua, jiwa dan wajahnya masih tetap awet muda *plaaakkk*

Rasa syukur kepada ALLAH swt. karena masih diberi umur panjang, kesehatan, karir (ceilaah), dan orang-orang yang setia menemani saya sampai sekarang ini.
Harapan terbesar saya diumur yang ke-22 cuman SATU, "BISA SEGERA PAKAI TOGA" a.k.a "SARJANAH" :3
Setelah kuliah ngalor-ngidul, TA nggak beres *uhuuk, keselek biji salak*, saya berharap tahun ini bisa pokus kerja TA (walaupun sampai detik ini, masih saja nganggurin TA di-sudut laptop yang terdalam)
Harapan-harapan kecil lainnya sepertinya nggak terlalu banyak, mau minta pacar baru? Entar aja, beresin kuliah dulu, beresin kerjaan, terus ke pelaminan XD (gaya..kamu, Ra'.. emang calonnya ada??)

Alhamdulillah juga, di ulang tahun yang ke- 22, lumayan banyak yang ingat :'), dan ngasih kado, hohoho..
Walaupun nggak dirayain sama sekali, karena emang ulang tahun saya nggak pernah dirayain, paling-paling cuman traktir teman-teman dekat makan, pernah ada yang buatin surprize party, tapi seadanya, nggak heboh-heboh amat ala anak muda-mudi jaman sekarang XD, tapi ada yang ngasih kado :)
Pengen pamerin foto-foto hadiahnya, sekalian ucapan terimakasih juga :)

Postingan awal tahun, tentang patah hati..

Akhirnya aku sadar, aku hanya tempat pelarianmu..
Darinya yang sempat menyakitimu..
Darinya yang terkadang, katamu, tidak mengerti dirimu..
Akhirnya aku sadar, aku hanya tempat singgah sementaramu, hanya itu..

Namun dalam waktu yang singkat itu, kau berhasil memporak-porandakan hatiku..
Membuatku berharap, terlalu berharap, hingga akhirnya sadar harapan itu semu..
Kau membuatku berfikir, mungkin aku bisa mendapatkan cintamu, walau secuil, pun setetes,
Namun ternyata rasa sayang yang kau ucapkan itu, berbeda dari yang aku mau..

Aku tidak ingin menjadi sok suci dengan mendoakan kebahagianmu denganmu dengannya..
Karena seharusnya doa itu datang dari hati yang terdalam,
Tapi bagaimana mungkin aku mendoakanmu, jika hatiku telah kau hancur remukkan?


October 29, 2013

Maaf..

Saya tak lebih dari seorang wanita yang memiliki hati yang labil, yang terkadang terlalu kuat tak tergoyahkan dan seketika bisa menjadi rapuh dan melepuh.

Saya sadar, saya sering menyakiti orang lain dengan kata-kata ataupun tindakan saya.
Dan sadar dalam artian, walaupun salah, saya tetap 'keras kepala' tak ingin minta maaf.
Saya wanita yang egois, dan saya tahu itu.
Entah sudah berapa banyak orang yang tersakiti karena ke-egoisan saya ini.
Namun entah kenapa, saya pun tak mampu menyingkirkan rasa egois yang ada dalam diri saya.

Sering saya bertanya, apakah saya bahagia?
Saya terlalu pandai berbohong bahkan untuk ke diri saya sendiri untuk menjawab 'iya'
Saya ingin percaya bahwa saya bahagia, bahwa saya akan bahagia, walau dengan memungkiri bahwa banyak yang tersakiti diatas kebahagian saya.

Saya ingin meminta maaf, atas segala ke-egoisan saya.

Apakah salah jika saya seperti ini?

September 13, 2013

Pengakuan Malam

Perasaan ini masih tidak karuan, namun sangat membuatku nyaman.
Seperti kembali mendapatkan zat candu, yang membuat hati bergejolak terpaku.
Aku tahu ini salah, tapi aku bisa apa?
Aku makhluk lemah tanpa arah, padahal ini bisa membuatku terluka dan berdarah.



September 10, 2013

Wanita yang mudah menangis

Aku ini wanita yang mudah menangis, tapi bukan berarti aku wanita yang cengeng
Ketika sesuatu yang sakit membersit di dadaku
Yang membuat hatiku seakan tersengat aliran listrik kecil, disaat itulah aku akan menangis
Bukan karena hal yang remeh
Lebih kepada hal yang membebani hati
Bukankah wanita memang seperti itu?
Berfikirnya dengan Hati, bukan dengan Otak
Maka jangan salahkan aku dengan mataku yang selalu menuruti kata hatiku

Aku ini wanita yang mudah menangis, tapi bukan berarti aku wanita yang cengeng